ronny.haryan.to

Icon

Print: $9.50 — Online: free

Detikcom dituntut semua penghuni Apartemen Taman Anggrek

Emang cuma mereka doang yang bisa bikin overly sensational headlines?

Detikcom dituntut penghuni Apartemen Taman Anggrek

Teksnya demikian:

Gudang Ekstasi di Apartemen Taman Anggrek Digerebek Polisi – Indra Subagja – detikcom

Jakarta – Diam-diam penghuni Apartemen Taman Anggrek, Tanjung Duren, Jakarta Barat, menggunakan kamar 19 tower 5 sebagai gudang ekstasi. Setahun beroperasi, polisi sukses
menggerebek.

Well, detikcom belum actually dituntut sih. Tapi ya siap-siap aja.

BTW, reporter mereka itu proses seleksi waktu hiringnya gimana sih? Kayaknya kebanyakan kok kemampuan berbahasa Indonesianya aja meragukan banget. Boro-boro kemampuan jurnalistiknya. Yang bagus cuma kemampuan misleading pembaca lewat headlines yg sengaja dibuat sensasional dan/atau isi tulisan yang tidak netral dan dijejali pendapat pribadi penulisnya yang cenderung menghasut.

Buat anda yang bilang “Ya udah, lu ngapain baca detikcom kalo udah tau begitu?” maka jawabannya adalah karena saya tidak tinggal di Indonesia dan saya mau tau apa yang terjadi di Indonesia lewat internet, dan karena belum ada alternatif lain situs berita yang lebih cepat dan lebih baik. Jadi saya baca detikcom cuma baca inti dari kejadiannya aja tanpa pay attention ke apa yg benar2 ditulis karena kebanyakan crap dan cuma bikin saya annoyed.

Oh, satu lagi kehebatan detikcom: pinter bikin pembacanya annoyed. Iklan yg jumlahnya seabreg-abreg, beranimasi pula, gak ada RSS/Atom feed, sok mau disable right click, tampilan layout yang bikin mata sakit, a complete web design disaster.

Kalo anda tau alternatif situs berita Indonesia yang secepat detikcom saya akan sangat menghargai kalo anda memberitahukan lewat komentar.

Category: Indonesia

Tagged:

18 Responses

  1. tempointeraktif lumayan cepat, meski gak secepat Detik. tapi rss tempo saya selalu penuh setiap, at least, 5 menit sekali.

  2. milisdad says:

    Detik memang terkadang membuat berita yg tidak baik. Misal kasus defacenya InfoLinux dan Linux tidak mendukung multimedia.

    pokonya cape’ deh….

  3. ak says:

    Pakai Adblock jadi lebih manusiawi kok. Tapi siap-siap aja utk kaget kalau pakai PC yg tidak ada adblocknya.

    Untuk alternatif bisa coba cek http://www.deepee.com/ isinya sih cuman snippet dari berbagai website berita Indo, termasuk Detik.

  4. Vavai says:

    Soal berita yang misleading sih seringkali disalah kaprahi sebagai “penarik minat pembaca”. Disisi lain, sebenarnya ini kesempatan yang besar bagi media berita lain untuk mengalahkan dominasi detik.

    Alternatif Detik ? okezone tapi kayaknya masih kalah cepat (dan desainnya juga bikin bete). Mungkin alternatif yang paling bagus ya detik usable, dengan tidak memperhitungkan isinya :-D

  5. Affan says:

    Ya itulah gunanya punya Adblock di firefox, block aja ad.detik.com/* . Beres. Kalau beritanya ya memang gitu.

  6. “”isi tulisan yang tidak netral dan dijejali pendapat pribadi penulisnya yang cenderung menghasut.”"

    Sebegitunyakah? kasian orang awam kaya saya ini dong yah, moga2 komunitas IT ada yang berkenan terjun ke bisnis berita online seperti detik dot com :D

  7. Mohammad says:

    Hahaha, saya ga pernah baca detik udah lama. Bahkan kalo ngobrol sama temen sering dibilang: “Susah ngomong sama orang yg ga baca detikcom”.

    BBC sama CNN udah cukup. Kalo benar2 perlu ya liputan6.com asik ada videonya.

  8. Cliff says:

    Gua baca detik.com _harus_ ada Firefox Adblock & Flashblock.

    Sebenernya detik.com tuh ngga ngerti yang namanya dunia internet jaman sekarang. Mereka masih bisa ‘semena-mena’ karena nggak ada saingan aja.

    Herannya, kok di Indonesia nggak ada yang nyium peluang ini ya?
    Gua berani ngomong kalo ada alternatif berita seperti detik.com (berita yg cepat), tapiii yang ngerti internet jaman sekarang (Feed, design yg enak di mata, dll) maka gua akan dengan senang hati nya brenti pakai detik.com dan ganti ke yg alternatif.

    In fact, gua ga keberatan donasi sekalian utk yg alternatif ini! Sekalian pasang link ke site itu.

    Coba liat blog orang2, ada ngga yg cukup gila utk pasang image link ke detik.com? Alt text nya “Saya cinta detik.com”, atau “Ini situs berita kebanggaan Indonesia”.

    Ha ha ha. Sarkastik nih.

  9. Hehehe. Saya sudah merasakan itu sejak 2005. Dulu sering protes (baik detik.com maupun detikinet.com), tapi tidak pernah ada perubahan. Untuk detikinet, DBU pernah berjanji bakal pake 2 sumber (cek di blog Priyad), tapi janji tinggal janji :)

    btw, saya sekarang langgakan rss-nya: okezone, tempointeraktif, kompas, liputan6. lumayan lah.

  10. landy says:

    kritis banget pak he..he..he.. , tapi baguIndonesia memang butuh orang2 kritis seperti bapak.

  11. Ben says:

    BTW, reporter mereka itu proses seleksi waktu hiringnya gimana sih? Kayaknya kebanyakan kok kemampuan berbahasa Indonesianya aja meragukan banget.

    sepertinya memang demikian dan juga kru dari sejumlah media di Indonesia.

    *lagi bete baca koran daerah yang tata bahasa kacau balau*

  12. Bukan meragukan lagi mas, tapi emang sontoloyo. Detikcom bukan kali ini saja kok bahasa-nya kacau. Akibatnya, beritanya pun jadi ambigu dan bahkan menyesatkan. Mungkin karena tidak ada editornya?

    Yang lain paling okezone.com ya? Tapi tetap saja detik memang paling cepet (saking cepetnya ya jadi kayak gitu wahahaha)

  13. Dimas says:

    Kalau saya http://antara.co.id. Lumayan bagus

  14. Okto Silaban says:

    Sebenarnya banyak kok yang sudah sadar ttg ini. Dan banyak pula yang mencoba memperbaiki. OkeZone adalah salah satu yang paling besar yang menantang Detik head to head langsung. Tapi tetap saja masih dikritik orang.. (bagus sih buat masukan..).

    ..selanjutnya.., saya tulis jadi post aja di blog saya. Kepanjangan kalo ditulis disini.., mudah – mudahan bersedia membaca.

  15. Andry says:

    Fast, good, cheap.
    Pick any two.

    (With Detik, you already got “fast”).

  16. yongky says:

    detikcom sering ngawur…maksa…menyerang person…sentimentil…jual bombastis

  17. akangaziz says:

    kirim aksi real aja bos.. kirim url halaman ini ke redaksi@detik.com

  18. Indra S says:

    Horas Bung Rony…trimakasih atas ilmunya…semoga membuat saya menjadi lebih baik…kebetulan saya baru ngeh ada ilmu yang bermanfaat untuk saya…ini akan menjadi lecutan tentunya…THX
    Btw untuk masuk Apartemen TA itu satpamnya galak-galak lo hehehe…salam…peace

About

Ronny Haryanto is a technology addict/chef wannabe living in beautiful Melbourne, Australia.

Read more…

Follow Me on Twitter

Follow @ronny on Twitter where I post much more often than my blog.